Menurut Kantor Berita ABNA, Pemerintah Libya tengah melakukan tes DNA terhadap tiga jasad yang tidak dikenal sebagai tindak lanjut dari pencarian jejak Imam Musa Sadr. Televisi al-Alam pada Ahad (15/4) melaporkan, Esam Zregi, seorang pejabat departemen urusan orang hilang Libya, mengatakan, para peneliti saat ini sedang melakukan tes DNA terhadap tiga jasad tak dikenal. Hasil tes tersebut akan diumumkan 4-6 pekan mendatang. Dia juga menyinggung kerjasama antara departemen urusan orang hilang Libya dan para pejabat Lebanon untuk mencari jejak nasib Imam Musa Sadr. Esam Zregi mengatakan, para peneliti meyakini bahwa tiga jasad tersebut adalah jasad Imam Musa Sadr dan dua pendampingnya yang hilang ketika berkunjung ke Libya. Dia menegaskan, berdasarkan informasi dari para saksi dan pejabat rezim Gaddafi yang ditangkap, tiga jasad tersebut ditemukan di sebuah pekuburan di Tajura, sekitar Tripoli. Para pejabat baru Libya pasca tergulingnya rezim Gaddafi telah mengumumkan kesiapannya untuk bekerjasama dengan Lebanon guna mencari informasi mengenai nasib Imam Musa Sadr dan rombongannya yang hilang ketika berkunjung ke Tripoli pada tahun 1978. Pada tanggal 25 Agustus 1978, Imam Musa Sadr bersama dua orang yaitu, Syeikh Muhammad Yaqub dan Abbas Badruddin, pimpinan redaksi kantor berita Lebanon, tiba di Libya atas undangan resmi Presiden Muammar Gaddafi. Menurut rencana tanggal 29 atau 30 Agustus, mereka akan berdialog dengan Gaddafi. Namun sejak itu hingga kini Imam Musa Sadr raib tanpa jejak. Imam Musa Sadr sangat berjasa besar dalam meredakan perang saudara di Lebanon. Beliau juga membentuk gerakan Amal pada tahun 1975 dalam melawan segala bentuk agresi rezim Zionis Israel ke Lebanon. Hizbullah yang kini populer di dunia juga tidak terlepas dari kiprahnya. Sumber: IRIB Indonesia/RA
14 April 2012 - 19:30
Kode berita: 308759
Pemerintah Libya tengah melakukan tes DNA terhadap tiga jasad yang tidak dikenal sebagai tindak lanjut dari pencarian jejak Imam Musa Sadr.